Pernah nggak sih kamu nulis artikel dengan sepenuh hati, sudah panjang, lengkap, pakai gaya bahasa yang asyik, tapi nggak juga muncul di halaman pertama Google?
Rasanya tuh kayak udah masak mie instan pakai topping telur, cabai rawit, dan daun bawang dari kebun sendiri, tapi pas disajikan... nggak ada yang mau makan. 😩
![]() |
Ilustrasi Penulis frustasi karena artikelnya tidak muncul di halaman pertama Google |
Padahal tulisanmu bukan jelek, tapi mungkin belum di-bumbui dengan SEO. Nah, kali ini saya mau ngobrol lebih teknis yaa, soal gimana sih caranya bikin artikel yang bisa mejeng di Google page one, bukan cuma numpang lewat di halaman belakang. Yuk simak, sambil nyeruput orange tea dingin buatan sendiri, biar otak encer. 😁
1. Awali dengan Keyword Research: Cari Dulu Apa yang Dicari Orang
Langkah pertama sebelum nulis artikel SEO itu jangan langsung nulis. Serius. Kita harus tahu dulu, orang lain tuh lagi nyari apa sih di Google?
Misalnya kamu mau promosiin Dalgona Coffee atau Sikhye (minuman khas Korea yang manis dan segar). Jangan langsung tulis “Minuman Favoritku dari Korea Selatan,” karena siapa yang mau ngetik long tail keyword kayak gitu di Google?
Anggap dirimu sebagai masyarakat umum yang pengen nyari minuman kekinian atau pengen nyari resep atau cara buat minuman, kira-kira apa yang akan kamu ketik di Google?
- “Resep dalgona viral”
- “Dalgona murah”
- “Penjual dalgona”
- “Cara bikin minuman dalgona”
- “Cara membuat dalgona coffee tanpa mixer”
- “Resep Sikhye Korea sederhana,” atau
- “Minuman kekinian Korea 2025”
Nah, ini nih yang sering dilewatin penulis, judul dan keyword bukan buat pamer estetika, tapi buat nyambung sama isi kepala netizen yang lagi nyari sesuatu. Orang tuh nggak mikir pakai bahasa baku atau puitis waktu ngetik di Google.
Mereka mikir praktis, secepat mereka mikir “haus banget, pengen yang manis dan dingin.” Jadi bener banget, daripada nulis “Minuman Favoritku dari Korea Selatan” (yang lebih cocok jadi caption Instagram), mending pakai keyword yang nyambung sama kebiasaan pencarian orang.
Toh tujuan utama nulis konten SEO itu kan bukan biar kita keliatan puitis, tapi biar kontennya ketemu.
Tapi, daripada kamu main tebak-tebakan sok tahu atau pakai dirimu sendiri sebagai acuan (yang mungkin cuma kamu doang yang nyari “minuman Korea yang manis kayak mantan”), mending pakai tools. Soalnya kita ini bukan cenayang, ya. Google tuh bukan tempat ramalan, tapi tempat perang keyword.
Tools Gratis Buat Riset Keyword
Pakai tools itu ibarat kamu naik ojek buat ke suatu tempat daripada nebak-nebak jalan sendiri trus nyasar ke jalan buntu. Capek iya, nyampe nggak.
Tools kayak Google Keyword Planner, Ubersuggest, atau bahkan fitur auto-complete di Google itu bisa bantu kamu ngintip isi otak netizen. Bukan buat nyontek, tapi biar tahu pasar.
Karena kadang kita nulis “Cara membuat minuman viral dari Korea yang rasanya segar dan manis,” padahal orang lain cuma ngetik “resep dalgona no mixer”. Sisanya? Nggak kebaca. Percuma nulis bagus-bagus kalau ujung-ujungnya tenggelam kayak aku yang cuma bisa berenang gaya batu.
- Google Suggest: ketik aja di Google “cara membuat sikhye…” nanti muncul tuh usulan keyword.
- Ubersuggest (ubersuggest.com): bisa lihat volume pencarian per bulan dan saran keyword lainnya.
- Google Trends (trends.google.com): bandingin tren “dalgona coffee” vs “es kopi susu kekinian”, siapa tahu ada ide baru!
- AnswerThePublic (answerthepublic.com): ketik satu kata, nanti keluar semua pertanyaan yang nyangkut sama kata itu.
Pilih keyword yang relevan, banyak dicari, tapi persaingannya nggak gila-gilaan (kalau masih baru, hindari keyword kayak “kopi” doang, itu berat!).
2. Struktur Tulisan yang SEO Friendly
Setelah dapat keyword-nya, saatnya nulis! Tapi bukan asal ketik, ya. Ada beberapa hal penting yang perlu kamu atur.
a. Judul Artikel
Pastikan keyword utama masuk ke judul. Contoh yang Salah: “Minuman Segar Favoritku dari Korea.” yang Benar: “Cara Membuat Sikhye, Minuman Segar Korea yang Lagi Hits”
b. Paragraf Pertama
Google suka artikel yang to the point. Bukan yang muter-muter kayak mantan ngajak balikan tapi nggak ngajak nikah.
Di paragraf pertama, langsung aja tembak: ini artikel tentang apa, isinya apa, dan siapa yang bakal terbantu kalau baca.
Misalnya kamu mau promosi jualan nasi bungkus. Jangan pakai pembukaan “nasi ini berasal dari padi yang tumbuh di lereng gunung…” — lah, keburu lapar Bambaaa...ng! Langsung sebut aja, “Nasi Padang lauk rendang, sambel ijo, murah meriah.”
Masukkan keyword utama dengan “sopan,” jangan keroyokan kayak orang rebutan barang cuci gudang. Cukup satu atau dua aja, tapi tajam kayak omongan mertua.
Terus pakai juga long tail keyword. Jangan salah paham, ini bukan hewan berekor panjang ya, walau namanya kayak kayak hewan berekor panjang.
Long tail keyword itu semacam keyword utama yang ada ekornya. Misal, keyword utama yang kamu targetin adalah “Sikye” maka long tail keyordnya bisa “cara bikin sikhye tanpa ragi” atau “resep dalgona coffee anti gagal.” Lebih spesifik, lebih laris, lebih manis.
Karena pembaca tuh ibarat anak kost di akhir bulan, maunya cepat, jelas, dan hemat kuota. Jadi jangan kasih mereka basa-basi, kasih mereka informasi. Google pun akan bilang, “Akhirnya, ada juga artikel yang ngerti perasaan gue.”
c. Subjudul (H2, H3)
Gunakan heading (subjudul) supaya Google bisa ngerti struktur tulisanmu. Bayangin aja kamu lagi ngajarin bule yang sok-sokan masak mie instan sendiri—niatnya mau bikin mie rebus, eh malah jadi mie goreng super asin yang bikin tenggorokan kecekek.
Nah, biar Google nggak “keselek bumbu”, bantu dia baca artikelmu dengan rapi. Pakai subjudul yang jelas, seperti:
H2: Bahan-Bahan Membuat Sikhye H2: Langkah-Langkah Membuat Sikhye H2: Tips Agar Sikhye Lebih Enak dan Awet
Lalu turunin jadi H3 kalau masuk detailnya, misalnya: H3: Pilih beras yang tepat; H3: Jangan tambahkan es sebelum waktunya;
Dengan begini, tulisanmu jadi kayak resep yang bisa diikuti tanpa drama. Google senang, pembaca paham, kamu pun bakal jadi “kupu-kupu terbang melayang... kamu lucu banyak gak da yang. sayang”
Jangan sampai paragraf demi paragraf kamu tumpuk kayak cucian yang belum sempat dilipat? Google bisa-bisa pusing duluan terus mutusin: "Skip aja deh, ini tulisan kayak labirin."
Makanya, bikin struktur pakai heading biar enak dilihat dan gampang dibaca. Biar jelas aku kasi contoh ya.
H2: Bahan-Bahan Membuat Sikhye (Supaya orang tahu, mereka harus nyiapin apa dulu sebelum sok-sokan bikin)
H2: Langkah-Langkah Membuat Sikhye (Biar nggak ada yang tiba-tiba nanya, “Eh, ini berasnya dimasak dulu apa langsung dicemplungin?”)
H2: Tips Agar Sikhye Lebih Enak dan Awet (Biar nggak cuma manis doang, tapi tahan banting kayak hubungan yang udah kena banyak ujian)
Kalau udah masuk ke poin-poin kecilnya, turunin levelnya:
H3: Pakai bahan segar dan jangan kebanyakan air (Soalnya Sikhye bukan es teh manis refill)
H3: Sajikan dengan es batu dan senyuman (Biar kelihatan niat dan bisa jadi konten TikTok)
Intinya, struktur itu penting. Google suka tulisan yang pakai tangga, bukan jungkat-jungkit. Jadi, bantu dia naik ke puncak pencarian dengan subjudul yang jelas dan terstruktur. Jangan sampai tulisanmu kayak kentut yang udah di ujung, ditahan bikin sakit perut, dikeluarin bikin malu.
d. Panjang Artikel
Usahakan minimal 800–1000 kata. “Minimal” ya. Catat! Tapi bukan asal panjang, lho. Isi harus informatif dan menjawab pertanyaan pembaca.
e. Internal Link & Eksternal Link
- Internal: arahkan pembaca ke artikel lain di website kamu.
- Eksternal: link ke sumber terpercaya (misal: Wikipedia, situs resmi, atau portal kuliner besar).
3. Optimasi Gambar
![]() |
Ilustrasi minuman kekinian Korea Sikhye dan Dalgona Coffee |
Kalau kamu pakai gambar minuman, jangan asal upload dengan nama “IMG_2025.jpg”. Ubah jadi: “sikhye-minuman-tradisional-korea.jpg”
Dan isi alt text dengan keyword juga. Ini penting banget buat SEO gambar!
4. Buat Meta Deskripsi yang Menggoda Klik
Meta deskripsi itu ringkasan singkat (150–160 karakter) yang muncul di hasil pencarian Google. Misalnya,
“Cara mudah membuat sikhye Korea di rumah, lengkap dengan bahan sederhana dan tips rahasia supaya lebih nikmat.”
Ini nggak wajib, tapi sangat direkomendasikan. Biar orang tergoda klik artikelnya.
5. Backlink: Bumbu Rahasia Biar Naik ke Page One
Selain nulis artikel yang bagus dan SEO-friendly, kamu juga butuh backlink.
Apa itu backlink?
Backlink adalah link dari situs lain yang menuju ke artikelmu. Semacam “rekomendasi” dari tetangga.
Ciri-Ciri Backlink yang Bagus:
- Berasal dari website yang punya reputasi baik (bukan situs spam).
- Topiknya relevan.
- Bukan dari komentar spam atau forum iseng.
- Letaknya di dalam konten, bukan footer apalagi di kolom komentar
- Pakai anchor text yang alami (nggak maksa).
- Wajib “Dofollow” jangan sampai “nofollow” ya.
Karena link dofollow itu ibarat ngajak temen main ke rumah tetangga sambil bilang, “Ini rumahku, mampir yuk.”
Sementara link nofollow itu kayak ngajak tapi sambil bisik-bisik, “Ini rumahku, mampirnya kapan-kapan aja ya.” 😅
Google itu kayak anak kos yang kepo, dia bakal ngikutin ke mana kamu ngarahin link. Jadi, kalau kamu nyambungin ke sumber terpercaya, kasih kesempatan Google buat “jalan-jalan” juga lewat dofollow itu. Toh, niatnya nyebar kebaikan, masa malah dibatasi?
Beli Backlink?
Yes, kalau kamu butuh bantuan untuk naikin ranking artikel dengan cepat, bisa banget beli backlink dari saya, langsung WA aku ya.
Aku akan bantu pilih backlink berkualitas yang sesuai niche kamu, dan bukan backlink asal-asalan yang malah bikin reputasi turun di mata Google.
6. Gimana Kalau Nggak Bisa Nulis Artikel Sendiri?
Tenang. Nggak semua orang jago nulis, dan nggak semua orang punya waktu. Tapi jangan karena itu kamu menyerah untuk tampil di Google.
Kalau kamu butuh artikel SEO: ✅ Sudah riset keyword ✅ Tulisannya ramah Google ✅ Judul dan paragrafnya ngena ✅ Bisa bantu promosi produk ✅ Dikerjakan pakai hati, bukan hasil copas...
Kamu bisa pesan ke Inuel. Aku nulis sendiri, bukan dioper ke orang lain. Bisa request gaya formal, santai, sampai gaya storytelling. Cek harga disini. Kalo nego jangan kayak ngajak berantem ya.
Bonus: Contoh SEO untuk Bisnis Minuman Kekinian
Misalnya kamu punya usaha Dalgona Coffee, bisa bikin artikel SEO seperti:
Judul: “Cara Membuat Dalgona Coffee Kekinian, Cuma 3 Bahan!”
Keyword: dalgona coffee, cara membuat dalgona coffee, minuman kopi kekinian, kopi viral Korea
Subjudul:
- Apa Itu Dalgona Coffee dan Kenapa Viral?
- Bahan-Bahan Membuat Dalgona Coffee
- Tips Rahasia Dalgona Kopinya Lebih Mengembang
- Cara Menyajikan dan Menjual Dalgona Coffee ala Cafe
Meta Deskripsi: Coba resep dalgona coffee viral yang cuma pakai 3 bahan. Cocok buat jualan online atau stok minuman di rumah!
Artikel seperti ini bisa kamu share ke media sosial, blog, marketplace, bahkan grup WhatsApp keluarga 😄. Tambahin foto cantik, dan backlink ke toko online kamu, atau ke akun IG jualan. BTW, ini ngaruh baget lho.
Penutup: SEO Itu Nggak Sulit, Asal Tahu Jalannya
Ingat! SEO itu bukan buat orang IT doang. SEO itu buat semua pelaku bisnis yang pengen usahanya makin terlihat. Kamu nggak perlu jadi pakar, tapi cukup ngerti strategi dasarnya.
Biar jualanmu nggak cuma viral seminggu, trus hilang kayak bang toyib dan biar artikelmu nggak cuma dibaca sahabat dekat doang, tapi bisa nongol di hadapan ribuan calon pembeli, jangan lupa terapin SEO ya.
Sampai ketemu di page-one Google ya!
0 Komentar