Kalian tau nggak? Selain diskon dan doa pajang yang kalian panjatkan setiap malam. SEO adalah salah satu cara mengais rezeki yang logis di era digital ini.
Pernah denger kisah UMKM lokal yang dulunya jualan sambal cuma lewat WA story, sekarang orderannya sampe bikin mertua bangga dan tetangga panas dingin? Rahasianya bukan cuma karena rasa sambalnya nampol kayak ucapan mantan, tapi karena... mereka paham SEO, bro.
Contohnya, ada satu usaha keripik pisang dari Lampung. Dulu jualannya numpang di lapak warung depan rumah. Sekarang? Namanya udah wara-wiri di marketplace dan muncul di halaman pertama Google kalau orang ngetik “keripik pisang renyah tahan lama.”
![]() |
Jualan keripik pisang online dengan pakai SEO |
Padahal awalnya cuma modal dapur dan harapan. Tapi berkat SEO, keripiknya nyampe ke kantor-kantor di Jakarta, bahkan pernah dikirim ke Australia. Katanya buat bekal mahasiswa yang homesick sama “rasa” kampung halamannya.
Jualan Boleh Kecil-kecilan, Tapi Harus Muncul di Halaman Pertama Google
Zaman sekarang, dagang itu nggak cukup cuma punya produk kece sama logo estetik warna sage. Kalau bisnis kamu nggak muncul di Google, ya siap-siap ditikung tetangga sebelah yang udah melek digital duluan.
Ini bukan soal nasib, tapi soal strategi. Ingat ya, pelanggan zaman now itu males muter-muter. Mereka sukanya tinggal ketik “bakso enak dekat sini” di Google, lalu cus langsung meluncur ke lokasi. Kalau tokomu nggak nongol di hasil pencarian, ya wassalam. Meski produkmu seenak pelukan LC juga nggak bakal ketemu.
Harus Paham SEO Biar Dagangan Laris Bukan Karena Takdir, Tapi Karena Ditemukan Lewat Search
SEO alias Search Engine Optimization itu kayak juru parkir digital. Dia yang ngatur biar toko onlinemu bisa dapet posisi strategis di halaman pencarian. Semakin atas, semakin dilirik. Dan semakin dilirik, ya semakin besar peluang cuan juga, ya kan?
SEO ini semacam usaha logis yang cocok buat pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan instastory, status WA, atau berharap rezeki datang dari feed Instagram orang lewat. SEO ngajarin kamu buat nggak cuma pasrah sama algoritma, tapi juga ngajak Google buat kerjasama.
Soalnya gini. Daganganmu bagus, kualitas mantap, harga bersaing, tapi kok sepi order? Mungkin masalahnya bukan di produknya, tapi di SEO-nya.
UMKM Zaman Sekarang Nggak Cuma Butuh Rak dan Etalase, Tapi Juga Keyword yang Tepat
Coba bayangin kamu buka usaha warung kopi minimalis. Namanya udah kekinian. Misalnya, “Ngopi Dulu, Bang.” Interior cozy, musik jazz (biar nggak kena copyright). Tapi sayangnya, ketika orang nyari “kopi enak Jogja” di Google Maps eh malah diarahkan ke kedai tetangga karena SEO bisnismu nggak optimal.
![]() |
Ilustrasi SEO bisnis di Google Search |
SEO itu kalau bahasa awamnya ya “kata kunci yang diketik orang di Google.” Ibarat jualan, keyword itu seperti plang toko. Kalau kamu nggak pasang plang yang nyambung sama apa yang dicari pelanggan, ya mereka nggak bakal mampir.
Contoh. Kamu jualan “tas kulit handmade.” Tapi deskripsi produkmu malah tulis “koleksi terbaru tas kece ala-ala boho vibes.” Padahal yang orang ketik di Google ya “tas kulit handmade awet” atau “tas kulit lokal terbaik.”
Pilih keyword itu jangan gaya-gayaan, tapi harus mikir kayak pembeli. Ingat, SEO itu bukan buat pamer kosa kata, tapi buat bantu Google ngenalin tokomu ke orang yang butuh.
Kalau Produkmu Bagus Tapi Sepi Pembeli, Mungkin yang Salah Bukan Kualitasnya, Tapi SEO-nya
Berikut beberapa tips SEO yang wajib kamu praktekkan.
- Kamu Harus Kenal Sama yg Namanya “Google Bisnisku.” Ini kayak KTP digital untuk tokomu. Gratis, gampang, dan bisa muncul di Google Maps. Lengkapi jam buka, alamat, foto, dan kontak. Jangan lupa rajin update foto biar nggak dikira udah bangkrut.
- Bikin Website Walau Sederhana. Jangan nunggu jadi konglomerat baru punya website. Sekarang bikin web bisa kayak masak mie instan. Cepat, murah, kenyang. Yang penting jelas, nama produk, harga, cara order, dan testimoni. Kalau kamu mau aku bikinin, tinggal chat WA aja
- Judul dan Deskripsi Produk Harus SEO-Friendly. Jangan kasih judul yang cuma lucu tapi nggak ngena. “Baju kece buat nongkrong” tuh nggak akan dicari. Tapi “kaos polos oversized pria murah” lebih masuk ke pencarian. SEO tuh maunya to the point, bukan to the moon.
- Isi Alt Text di Foto Produk. Ini kayak ngasih caption ke foto. Meski sekarang Google udah bisa baca atau memahami gambar, mereka juga tetap harus baca tulisan. Jadi jangan biarin fotomu nganggur tanpa deskripsi.
- Rajin Bikin Konten. Nggak harus panjang kayak skripsi. Bisa artikel pendek, tips, atau cerita lucu seputar usaha. Misal, kamu jual sambal, tulis artikel, “5 Tipe Orang Makan Sambal, Kamu yang Mana?” Ya... siapa tahu sambil ketawa mereka jadi order.
- Pantau Kompetitor, Tapi Jangan Jadi Tukang Nyontek. Cukup tahu saingan kamu jual apa dan keyword apa yang mereka pakai. Tapi jangan sampai jadi bayangan mereka. Kamu punya cerita sendiri, gaya sendiri, dan cara jualan sendiri. SEO itu bukan copy-paste, tapi riset dan adaptasi.
SEO Bukan Ilmu Tinggi, Tapi Ilmu Tanggung Jawab
SEO itu bukan sihir. Nggak bisa sekali pasang langsung viral kayak video cewek pake baju pink. Tapi dia ibarat nyiram tanaman: konsisten, sabar, dan penuh cinta. Hasilnya mungkin nggak instan, tapi begitu tumbuh... bisa jadi ladang rezeki tak bertepi.
Trus yang paling penting, SEO itu ngebuktiin satu hal penting buat UMKM: jualan bukan soal untung-untungan, tapi tentang strategi yang masuk akal dan bisa dipelajari.
Jadi mulai sekarang, yuk kita jangan cuma ngeluh “kok dagangan sepi sih?” Mungkin karena kita belum ngajak Google kenalan.
Kalau kamu masih jualan dengan cara lama, sambil nunggu pembeli datang sendiri, itu kayak buka warung di tengah hutan sambil berharap ada rombongan wisata dadakan.
Mulai sekarang, ubah strategi. Naikin visibilitas. Pakai SEO. Biar dagangan laris bukan karena takdir semata, tapi karena emang dicari dan ketemu.
Kalau SEO bisa bantu keripik pisang sampai Australia, masa iya nggak bisa bantu warung kamu dikenal satu kecamatan?
0 Komentar